Solusi Cerdas Selamatkan Lingkungan Dari Sampah Plastik

Solusi Cerdas Selamatkan Lingkungan Dari Sampah Plastik

Sampah plastik memang menjadi salah satu jenis sampah yang paling dekat dengan masyarakat, hampir setiap kegiatan setidaknya menggunakan plastik. Hal ini akhirnya menyebabkan tingginya angka plastik dikarenakan plastik bersifat sekali pakai kemudian dibuang.

Sudah banyak cara yang dilakukan untuk mendaur ulang plastik, seperti menjadikan plastik kerajinan tangan seperti tas, tempat pensil, tirai pintu, dan lainnya.

Saat ini plastik yang tidak bisa dibuat beberapa kerajinan tadi bisa didaur ulang menjadi Ecobriks yang merupakan botol plastik yang berisi sampah plastik yang sudah dibersihkan dan kemudian dipadatkan untuk nantinya mendapat bata bangunan yang bisa dipakai secara terus menerus.

Ecobricks ini dianggap solusi yang baik dikarenakan sistem daur ulang plastik yang menggunakan terlalu banyak energi dan memerlukan orang bekerja pada lingkungan yang beracun. Ecobricks hadir sebagai solusi dengan energi yang rendah dan bisa memanfaatkan sampah plastik menjadi lebih berguna.

Untuk membuat Ecobricks sendiri diperlukan bahan dan alat yaitu botol plastik, sampah plastik halus, sampah plastik kasar, minyak tanah, gunting, dan bambu.

Dengan cara pembuatan sebagai berikut ini :

  1. Cucilah terlebih dahulu sampah plastik yang sudah dikumpulkan dan kemudian dikeringkan
  2. Sampah plastik yang sudah kering dari plastik halus kemudian dipotong dengan ukuran kecil menggunakan gunting
  3. Masukkan plastik yang sudah digunting ke dalam botol plastik
  4. Lakukan hal yang sama untuk plastik kasar sampai botol padat dan terisi penuh.

Bata plastik ini akan cukup kuat jika dijadikan tempat duduk, dinding, dan pondasi bangunan. Dengan adanya Ecobricks ini diharapkan bisa menjadi solusi dari sampah plastik yang semakin harinya semakin meningkat jumlahnya.

Ide Ecobricks sendiri digagas oleh Russel Maier yang merupakan bule asal negara Kanada. Semoga dengan adanya ide yang bagus seperti ini kita jadi lebih peduli kepada sampah plastik dan lebih menjaga lingkungan.

Dengan berkurangnya sampah plastik tentu sama saja dengan menjaga lingkungan sekitar dari sampah yang sulit terurai.

Inilah Dampak Dari Pemanasan Global Untuk Kehidupan Manusia dan Lingkungan

Inilah Dampak Dari Pemanasan Global Untuk Kehidupan Manusia dan Lingkungan

Dampak dari pemanasan global bagi kehidupan manusia dan lingkungan bukanlah mitos. Dampak-dampak ini sudah terjadi dan berpengaruh kepada kehidupan sehari-hari, baik kita sadari atau tidak. Berikut ini beberapa efek pemanasan global kepada manusia dan lingkungan.

  1. Mencairnya gletser yang akan menciptakan banyak masalah bagi manusia dan hewan di bumi. Salah satunya ialah kenaikan permukaan laut, seiring meningkatnya pemanasan global akan membuat permukaan laut menjadi naik dan menyebabkan potensi terjadinya banjir.
  2. Perubahan pada iklim, pola cuaca yang tidak teratur sudah mulai menunjukkan efek pemanasan global. Meningkatnya pemanasan global akan menyebabkan lebih banyak penguapan yang menyebabkan lebih banyak hujan. Hewan serta tumbuhan tidak bisa mudah beradaptasi dengan meningkatnya sudah hujan, tanaman bisa mati dan hewan bisa bermigrasi ke tempat lain. Hal ini bisa menyebabkan seluruh ekosistem berubah dengan cepat.
  3. Meningkatnya penyakit dikarenakan suhu bumi menjadi lebih hangat. Dengan meningkatnya curah hujan, penyakit yang terbawa air akan cenderung menyebar seperti malaria misalnya.
  4. Meningkatnya frekuensi badai karena saat suhu lautan naik, angin topan dan badai akan cenderung menjadi lebih kuat. Dengan meningkatnya pemanasan global, akan membuat air di laut memanas yang membuat udara di sekitarnya memanas sehingga terjadilah angin topan.
  5. Gelombang panas yang menyebabkan cuaca panas yang berbahaya, lebih banyak kematian yang terjadi dikarenakan gelombang panas.
  6. Mencairnya es di kutub serta berkurangnya air yang menguap ke atmosfer membuat naiknya permukaan air laut.
  7. Terjadinya kebakaran hutan, walaupun kebakaran hutan merupakan kejadian alami namun dengan bertambahnya jumlah karbon dioksida di udara dan musim panas yang menjadi lebih panas menyebabkan hutan mudah terbakar dan lebih sering terjadi.
  8. Rusaknya ekosistem pada laut karena kondisi terumbu karang yang rusak akibat pemanasan global. Sekali saja terumbu karang terpengaruh, seluruh ekosistem yang berkembang akan menjadi usang, termasuk menurunnya sektor perikanan.

Itulah beberapa dampak dari pemanasan global bagi manusia, satwa dan juga tumbuhan yang wajib diketahui. Dengan mengetahui efek dari pemanasan global, semoga kita bisa mengelola lingkungan hidup dengan baik.

Cara Paling Mudah Untuk Mengelola Sampah Sendiri di Rumah

Cara-Paling-Mudah-Untuk-Mengelola-Sampah-Sendiri-Di-Rumah

Salah satu tempat yang paling banyak menghasilkan sampah adalah rumah kita sendiri. Ya seringkali fokus kita apabila ditanya tempat mana saja yang paling banyak menghasilkan yang namanya sampah pasti kita berpikiran pabrik, pasar, tempat perbelanjaan, tempat wisata, dll. Padahal di rumah kita sendiri adalah salah satu sumber yang paling banyak menghasilkan sampah.

Mulai dari sampah organik, sampah nonorganik, hingga sampah B3 pun pasti ada di sana. Maka dari itu, justru di rumahlah kita harus benar – benar memperhatikan bagaimana tata kelola sampahnya.

Banyak yang perlu kita perhatikan dalam tata kelola sampah kita di rumah diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Pastikan kita memiliki 3 jenis tong sampah

Yap karena di rumah kita terdapat 3 jenis sampah yang kita hasilkan yaitu sampah organik, nonorganik dan juga B3. Maka pastikan kita juga memiliki ketiga sampah tersebut. Pastikan kita membuang sampah sesuai dengan jenisnya ya. Jangan pernah menyatukan sampah. Karena nanti malah akan sulit untuk didaur ulang.

  1. Mulai mengurangi sampah

Kita juga harus memastikan bahwa kita telah mengurangi sampah. Cara sederhananya kita bisa mulai menggunakan barang – barang yang bisa digunakan berkali – kali dan mulai meninggalkan barang sekali pakai. Mulai dari memiliki botol minum sendiri yang paling bagus dan berkualitas, atau memiliki tempat makan sendiri yang keren untuk dibawa ke sekolah atau kantor, dan beberapa peralatan lainnya.

Dengan begitu sampah sekali pakai seperti botol plastik dan juga kemasan makanan akan semakin berkurang.

  1. Mulai peduli terhadap lingkungan

Saat ini kepedulian terhadap lingkungan memang harus benar – benar dibangun. Selain kita sudah membiasakan diri di rumah untuk tertib dalam mengelola sampah. Kita juga bisa mengajarkannya kepada orang lain. Minimal kita mengajak tetangga atau sahabat kita untuk membiasakan mereka buang sampah pada tempatnya.

Dengan begini, ketika semua orang sudah terbiasa tertib buang sampah, tidak akan ada lagi yang namanya pencemaran lingkungan.

Itulah beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mengelola sampah sendiri di rumah. Semoga kita semua terhindar ya dari pencemaran lingkungan.

Inilah Harga Perumahan Berdasarkan Tipe Rumah

Inilah-Harga-Perumahan-Berdasarkan-Tipe-Rumah

Tipe-tipe hunian yang biasanya tersedia perlu dipahami ketika akan membeli properti. Hal ini akan memudahkan ketika mencari hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan modal.

Tipe rumah pada perumahan di Depok dibedakan berdasarkan sejumlah hal, ada yang dibedakan berdasarkan jenis bangunan, seperti rumah tapak, ruko, apartemen, rumah susun, dan sebagainya. Ada juga yang dibedakan berdasarkan desainnya, serta ada yang berdasarkan ukuran luas bangunannya.

Harga 5 Tipe Perumahan yang Ada di Pasaran

Berbicara mengenai tipe rumah pada perumahan di Depok berdasarkan ukurannya, umumnya developer membedakannya ke dalam 5 tipe, yakni tipe 21, 36, 45, 54, dan 60. Kelima tipe tersebut umum didesain untuk rumah modern minimalis. Berikut prakiraan harga untuk masing-masing tipe :

1.      Rumah Tipe 21

Rumah tipe 21 memang tidak terlalu besar karena luas bangunannya hanya 21 meter persegi. Dimensi untuk rumah tipe 21 umumnya 3 x 7 meter atau 5,25 x 4 meter. Untuk rumah tipe ini, harganya berkisar antara Rp 80 juta – Rp 300 juta.

2.      Rumah Tipe 36

Rumah tipe 36 cocok dihuni untuk pengantin baru. Rumah tipe ini pada perumahan di Depok biasanya dilengkapi 2 kamar tidur dengan dimensi 6 x 6 meter atau 9 x 4 meter dengan harga rumah dibanderol sekitar Rp 120 juta – Rp 400 juta.

3.      Rumah Tipe 45

Rumah tipe 45 paling banyak dicari karena ukurannya yang cukup luas dan harganya cukup terjangkau. Ukuran standar untuk rumah tipe 45 yakni 6 x 7,5 meter dengan harga jual umumnya Rp.150 juta – Rp.500 juta.

4.      Rumah Tipe 54

Rumah tipe 54 pada umumnya dihuni oleh masyarakat menengah ke atas karena memiliki harga yang lumayan tinggi.

Rumah tipe ini umumnya memiliki 3 kamar tidur dengan dimensi 9 x 6 meter dan 13,5 x 4 meter dengan harga berkisar Rp.250 juta – Rp.800 juta per unit.

5.      Rumah Tipe 60

Rumah tipe 60 pada perumahan di Depok didesain dengan cukup lapang untuk setiap ruangannya. Memiliki luas 60 meter persegi membuat penghuni bisa mengeksplorasi tiap ruang yang tersedia. Harga tumah tipe ini antara Rp 300 juta – Rp 900 juta.

Ada berbagai macam pilihan tipe rumah pada perumahan di Depok. Pilihlah rumah yang sesuai dengan kebutuhan, modal, dan kenyamanan. Semakin nyaman tempat tinggal, semakin betah kita berada di rumah.